Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad)

Gabung yu di IeLC !!!

Belajar islam jadi lebih mudah cukup lewat Gadget anda.

Tidak Sembarangan Berteman di Medsos

Banyak kasus-kasus bertebaran di media tentang orang yang tertipu, teraniaya,"bahkan terbunuh oleh teman yang ia kenali di medsos." Baca selengkapnnya..

Ia Membuat ku Malu

Aku membaca sebuah hadits yang membuatku tertegun malu campur sedih. Mengingat betapa banyaknya dosa ku hingga aku mengira tidak pantas lagi untuk mendapatkan maaf dari sang khaliq. Namun hadits itu telah membuka pintu harapan. Baca selengkapnya...

Thursday, July 27, 2023

Apa itu Aqidah ?



Kita sering mendengar kata Aqidah, namun tidak banyak yang mengetahui pengertian dari aqidah.

Kata aqidah atau i’tiqod secara bahasa berasal dari kata al‘aqdu yang artinya ikatan yang kuat. Adapun secara istilah umum, kata aqidah bermakna keyakinan yang kokoh akan sesuatu, atau meyakini sesuatu tanpa ada keraguan sedikitpun.

Seorang Muslim wajib membangun aqidahnya (keyakinannya) diatas petunjuk Al Quran dan As Sunnah Ash Shihah (Hadits yang shahih) sesuai pemahaman para sahabat Nabi shallallahualaihiwasallam  agar selamat di Dunia dan di Akhirat

Sebagaimana firman Allah Ta'ala,


وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ


"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar (para sahabat Nabi) dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar."(QS.At-Taubah : 100)

Dan juga menjelang kematiannya Rasulullah Shallallahualaihiwasallam beliau berwasiat,


فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِيْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّينَ الرَّاشِدِينَ، تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ، فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ


"sesungguhnya orang yang hidup di antara kamu sesudah ku akan melihat perselisihan yang banyak, maka berpegang teguhlah kamu kepada sunnah ku dan sunnah para Khulafa’ (Sahabat Nabi) yang mendapat petunjuk, berpegang teguhlah kamu padanya dan gigitlah dengan geraham-geraham (mu), dan jauhilah hal-hal yang diada-adakan (dalam agama) karena setiap yang baru itu adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. Abu Dawud)

Sunnah adalah tariqah atau jalan. Artinya dalam beragama atau berkeyakinan serta melakukan ritual peribadatan kita wajib mengikuti Rasulullah dan Para Sahabat Nabi. Karena keyakinan (Aqidah) yang tidak dibangun diatas petunjuk Allah (Al Qur'an dan As Sunnah) sesuai pemahaman para Sahabat Nabi, hanya berlandaskan akal semata (filsafat) atau membangun aqidahnya diatas landasan Qur'an da Sunnah namun memahaminya tidak sesuai pemahaman para Sahabat Nabi adalah keyakinan (Aqidah) yang batil (sesat), dan Allah mengancam orang-orang yang enggan mengikuti petunjuk-Nya dengan Neraka Jahannam. Allah berfirman,


وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ ٱلْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِۦ جَهَنَّمَ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا


"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali."(QS An-Nisa : 115)

Maka dalam beragama bangunlah aqidah kita atau keyakinan kita diatas Al Qur'an dan As Sunnah sesuai pemahaman para Sahabat Nabi Shallallahualaihiwasallam. Jangan ikuti bisikan-bisikan setan (baik dari golongan jin dan manusia) dan dorongan nafsu yang mengajak kita kepada kesesatan.



Tuesday, July 25, 2023

Menjaga Pandangan Dapat Mencegahmu Dari Segala Bentuk Kemaksiatan


Kita perlu menjaga pandangan kita, bukan hanya dari melihat sesuatu yang Allah haramkan namun juga dari melihat sesuatu yang tak perlu dipandang.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317)

Sesungguhnya maslahat menjaga pandangan sangatlah besar. Bukan saja dapat mengendalikan nafsumu terhadap lawan jenis, namun juga dapat menjaga lisanmu dari membicarakan keburukan saudaramu. Karena sejatinya sumber dari kemaksiatan adalah berawal dari pandangan mata yang tak terjaga.

Terkadang langkah awal syaiton memancing kita untuk ghibah (membicarakan keburukan orang lain) adalah dengan membisikkan kepada kita untuk mencari tahu (melihat-lihat) tentang orang lain; siapa ? sedang apa ? mengapa ? Kenapa ?. Sehingga timbullah kecurigaan dan pada akhirnya kita memakan daging merek (Ghibah).

Oleh karenanya dengan tegas Allah melarang kita,

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌۭ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًۭا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌۭ رَّحِيمٌۭ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurat (49) : 12)

Bahkan dijelaskan dalam sebuah hadits. Dimana Seorang laki-laki mengintip ke rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui lubang pintu. Ketika itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang menyisir rambut dengan sebuah sisir besi. Tatkala beliau mengetahui ada orang mengintip maka beliau langsung berkata kepada orang tersebut,

لَوْ أَعْلَمُ أَنَّكَ تَنْتَظِرُنِي لَطَعَنْتُ بِهِ فِي عَيْنِكَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا جُعِلَ الْإِذْنُ مِنْ أَجْلِ الْبَصَرِ

"Kalau aku tahu engkau mengintip, pasti aku tusuk matamu." Lalu beliau bersabda, Sesungguhnya disyari'atkannya izin (memberi salam) agar menjaga penglihatan.' (HR. Muslim)

Dalam hadits tersebut jelas bahwa Rasul memerintahkan kepada kita untuk menjaga pandangan sekalipun dari perkara yang dipandang kecil "mengintip rumah orang".

Maka jaga pandangan mata kita agar tidak terjerumus dalam perkara dosa yang lebih besar. Termasuk melihat postingan-postingan di media sosial yang tidak ada manfaatnya. Karena Zina, membunuh, hasad (dengki), ghibah, namimah, su'uzon, dan aneka maksiat lainnya berawal dari pandangan mata yang tak terjaga. Baarokallahufikum

Friday, July 21, 2023

Apa Yang Dilakukan Jika Terlewat Shalat Karena Tidur ??


Pertanyaan :
Apa yang harus dilakukan jika terlewat shalat karena tertidur hingga keluar waktunya ??

Jawaban :
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً، أَوْ نَامَ عَنْهَا، فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

“barangsiapa yang lupa shalat, atau terlewat karena tertidur, maka kafarahnya adalah ia kerjakan ketika ia ingat” (HR. Muslim no. 684).

Dari hadits tersebut dapat difahami, jika anda terbangun dari tidur dan ternyata anda terlewat waktu shalat maka segeralah ambil air wudhu dan shalat (qada). 

Contoh ; anda tidur setelah shalat zuhur. Lalu anda terbangun diwaktu magrib, artinya anda meninggalkan shalat ashar. Maka segera laksanakan (qada) shalat ashar sebelum melakukan shalat magrib. Atau misal anda bangun pagi kesiangan, sehingga waktu shalat subuh terlewatkan. Maka bersegeralah ambil wudhu dan laksanakan shalat subuh, namun lakukan terlebih dahulu dua rakaat qabaliyah subuh. Karena ummul mu'minin Aisyah radiyaAllahu 'anha beliau pernah berkata, "Nabi shallallahu'alaihiwasallam tidak pernah meninggalkan keduanya selamanya (qabaliyah zuhur dan subuh) selamanya). (HR. Bukhari no.1159)

Wallahu'alam bissoab

Refrensi :
1. Fikih Muyassar
2. Silailah shahihah

Monday, July 17, 2023

Tafsir QS. Al-Anfal Ayat 2 : Hati Yang Sehat Bergetar Tatkala Mendengar Nama Allah

 


بِسْمِ اللَّهِ الرحمن الرَّحِيمِ

 

Tafsir QS. Al-Anfal Ayat 2

 

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

 

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.”

 

Penjelasan :

Sahabatku rahimakumullah, ciri-ciri orang yang didalam hatinya ada iman adalah manakala disebut nama Allah baik melalui al Qur’an dan As Sunnah atau dzikir yang ia lantunkan baik didalam shalat maupun diluar shalat maka hatinya bergetar langsung ia mengingat akan kebesaran Allah Robbul Aalamin, Rab pencipta, pemelihara dan penguasa seluruh alam semesta.

Lalu bagaimana ketika kita terasa hambar mendengar nama Allah, tidak ada rasa sedikitpun didalam hati, tidak bergetar qalbu didalamraga ? maka waspadalah jangan-jagan ada sifat kemunafikan didalam diri kita. Sebagaimana Ibnu Abbas sepupu Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wasllam beliau mengemukakan terkait penafsiran ayat diatas (QS. Al Anfal :2) dan terlampir dalam tafsir ibnu katsir. Kata beliau radhiyallahu anhu “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka. Adapun orang-orang munafik itu tiada sesuatu pun dari sebutan nama Allah yang dapat mempengaruhi hati mereka untuk mendorong mereka mengerjakan hal-hal yang difardukan-Nya.

Tidak adanya getaran hati tatkala nama Allah disebut itu tanda sakitnya hati, maka harus segera diobati. Jangan berlarut-larut dalam pesakitan karena jika dibiarkan kita akan binasa. Allah berfirman,

 

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ؕ

 

“(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy-Syu'ara': 88-89).

Karena hati adalah pengendali seluruh anggota tubuh kita; mata, telinga, lisan, tangan, kaki, semua dalam kendali hati. Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).”(HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Oleh karenanya seseorang akan sulit istiqomah diatas taqwa Ketika hatinya sakit. Maka nama Allah adalah sebagai tolak ukur sakit atau tidaknya qalbu kita.

Jika hati sakit, datanglah kepada dokter hati yaitu para Alim Ulama, mereka yang paham bagaimana mengobati hati kita yang sakit, ia akan memberikan resep  berupa nasihat-nasihat  yang harus kita Yakini dan kita amalkan dalam keseharian. Mintalah nasihat kepadanya, ceritakan apa yang kita rasakan.

Banyak hal yang menjadikan sebab hati kita sakit, namun secara umum hati yang sakit adalah sebab dosa yang kita  kerjakan. Adapun secara spesifik sebab sakitnya harti diantaranya ;

Pertama : Karena syirik, baik syirik kecil (riya’ atau sum’ah) maupun syirik besar (mempersembahkan ibadah kepada selain Allah) ini penyebab utama hati kita terserang sakit kronis. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu ketika menjelaskan tentang makna surat Asy-Syu'ara' ayat 88 dan 89 adalah hati yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah Ta’ala. Al Imam Mujahid dan Al Hasan serta lainnya mengatakan, “hati yang bersih maksudnya bersih dari kemusyrikan”.

Maka coba intropeksi diri jangan-jangan selama ini hati kita telah ternodai oleh kesyirikan, baik kecil maupun besar. Mungkin anda masih percaya bahwa ada selain Allah yang dapat memberikan pertolongan, percaya dengan dukun, jimat, meminta kepada kuburan keramat, percaya ramalan zodiac dan lain semisalnya. Ketika kita percaya kepada itu semua maka kita terjerumus dalam syirkul akbar (syirik besar) dan tidak ada jalan lain selain bertaubat kepada Allah dengan taubatan nasuha. Atau kita terjerumus dalam syirik kecil yaitu; riya, menampakkan ibadah untuk dipuji oleh orang lain atau sum’ah, memperdengarkan ibadah supaya mendapatkan pujian atau popularitas ditengah-tengah manusia. Ini adalah dosa besar meskipun tidak menjadikan sebab pelaukanya keluar dari islam namun dapat membatalkan ibadah yang dikerjakan. Maka untuk mengobatinya tidak ada jalan lain kecuali bertaubat dan berusaha untuk meluruskan niat dalam setiap melakukan aktifitas ibadah.

Kedua ; Sombong, kata Rasulullah yaitu menolak kebenaran dan meremehkan manusia. Ketika kita mendengar sebuah kebenaran sekalipun dai anak kecil maka kita wajib untuk menerimanya. Terkadang hati ini gengsi apa lagi ketika kita diposisi yang salah dan yang menasihati adalah orang yang dibawah kita baik dari sisi usia maupun kedudukan. Sehingga kita menolak nasihatnya dan meremehkan dia yang telah sudi menasihati kita. Inilah kesombongan yang membuat hati kita sakit. Ketika kita tidak berusaha untuk merubahnya maka kesombongan ini akan mengantarkan kita ke neraka. Rasulullah bersabda,

 

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِى قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

 

“Tidak akan masuk surga orang yang ada kesombongan seberat biji sawi di dalam hatinya” (HR. Muslim, no. 2749)

Ketiga : Dengki , iri terhadap kenikmatan orang lain dan ingin kenikmatan itu hilang dari diri orang tersebut. Atau disingkat SMS : Susah Melihat Orang Senang, Senang Melihat Orang Susah. Sungguh hal ini jika dibiarkan akan membuat hati menjadi busuk dan akan binasa kita.

Itulah tiga sebab yang membuat hati kita sakit. Maka untuk mengobati hati yang sakit ada beberapa terapi yang harus dilakukan. diantaranya adalah;

Pertama; memperbanya baca alquran, lalu mentadaburinya (mempelajari tafsirnya) dan mengamalkan dalam keseharian.

Kedua: memperbanyak dzikrullah berdzikir kepada Allah, termasuk dari padanya adalah memperbanyak istigfar. Karena terkadang kita tidak sadar akan dosa yang kita kerjakan.

Ketiga: berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari penyakit hati.

Keempat : tawadu’ (bersikap rendah diri) karena Allah. Tak pantas seorang pendosa sombong.

Kelima : memperbanyak amal shalih, shalat-shalat sunnah, sedekah, puasa, dan amal shalih lainnya yang dapat melunakkan hati.

Kemudian juga termasuk tanda orang yang didalam hatinya ada iman kata Allah, “apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” Artinya ayat-ayat Allah menjadi penyegar imannya, melonjaklah iman itu ketika firman Tuhannya dibaca. Timbul rasa takut kepada Robnya, rasa cinta yang tinggi kepada Rabnya dan rasa berharap yang luas kepada Rabnya sehinga ia bertawakkal kepada Robnya. Karena ia sadar Allah Robbul aalamin adalah yang maha besar, maha perkasa dan maha kuasa atas segala sesuatu. Menangislah dia ketika membaca ayat-ayat Allah, merasa bahwa ayat itu nasihat untuk dirinya. Maka jika kita jarang menangis manakala membaca Ayat Allah, tidak ada peningkatan iman setelah mempelajari ayat Allah, jangan-jangan hati kita sakit. Mari kita intropeksi diri bagaimna kondisi hati kita saat ini !!!

Inilah sekelumit penjelasan tentang surat Al-Anfat ayat 2, semoga sedikit yang saya tulis ini bermanfaat kepada anda yang membacanya. Barokallahufikum

Wallahua’lam bisoab

 



Sunday, July 16, 2023

Cerita Buya Hamka Pasca Muktamar Ulama Indonesia Tahun 1957


Mari kita segarkan kembali ingatan kita, bahwa menegakkan kebenaran itu selalu penuh tantangan. Belum tentu yang tampak diikuti secara gegap gempita dengan segala kebesarannya adalah hal yang benar. Ulama sejati tidak boleh mundur menyuarakan kebenaran sekalipun kesesatan tampak bagai gelombang besar di hadapannya.

Pada tanggal 17 Agustus 1958, dengan suara yang gegap gempita, Presiden Soekarno telah mencela dengan sangat keras Muktamar (Konferensi) para Alim Ulama Indonesia yang berlangsung di Palembang tahun 1957. Berteriaklah Presiden bahwa konferensi itu adalah “komunis phobia” dan suatu perbuatan yang amoral.

Pidato yang berapi-api itu disambut dengan gemuruh oleh massa yang mendengarkan, terdiri dari Parpol dan Ormas yang menyebut dirinya revolusioner dan tidak terkena penyakit komunis phobia. Sebagaimana biasa pidato itu kemudian dijadikan sebagai bagian dari ajaran-ajaran Pemimpin Besar Revolusi, semua golongan berbondong-bondong menyatakan mendukung pidato itu tanpa reserve (tanpa syarat).

Malanglah nasib Alim-Ulama yang berkonferensi di Palembang itu, karena dianggap sebagai orang-orang yang kontra revolusi, bagai telah tercoreng arang. “Nasibnya telah tercoreng di dahinya”, demikian peringatan Presiden. Banyak orang yang tidak tahu apa gerangan yang dihasilkan oleh Alim-Ulama yang berkonferensi itu, karena disebabkan kurangnya publikasi (atau tidak ada yang berani) yang mendukung konferensi Alim-Ulama itu, publikasi-publikasi pembela Soekarno dan surat-surat kabar komunis telah mencaci maki Alim-Ulama kita.

Ulama sejati tidak boleh mundur menyuarakan kebenaran sekalipun kesesatan tampak bagai gelombang besar di hadapannya.
Perlulah kiranya resolusi Muktamar Alim-Ulama ini kita siarkan kembali agar menyegarkan ingatan umat Islam dan membandingkannya dengan Keputusan Sidang MPRS ke IV yang berlangsung bulan Juli 1966 lalu.

Muktamar yang berlangsung pada tanggal 8 – 11 September 1957 di Palembang telah memutuskan bahwa :

Ideologi-ajaran komunisme adalah kufur hukumnya dan haram bagi umat Islam menganutnya. Bagi orang yang menganut ideologi-ajaran komunisme dengan keyakinan dan kesadaran, kafirlah dia dan tidak sah menikah dan menikahkan orang Islam, tiada pusaka mempusakai dan haram jenazahnya diselenggarakan (tata-cara pengurusan) secara Islam.

Bagi orang yang memasuki organisasi atau partai-partai berideologi komunisme, PKI, SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakyat dan lain-lain dengan keyakinan dan kesadaran, sesatlah dia dan wajib bagi umat Islam menyeru mereka meninggalkan organisasi dan partai tersebut.
Demikian bunyi resolusi yang diputuskan oleh Muktamar Alim-Ulama Seluruh Indonesia di Palembang itu. Resolusi yang ditandatangani oleh Ketua K.H. M. Isa Anshary dan Sekretaris Ghazali Hassan. Karena resolusi yang demikian itulah para ulama kita yang bermuktamar itu dikatakan oleh Presidennya sebagai amoral (tidak bermoral /kurangajar).

Akibat dari keputusan Muktamar tersebut, Alim-Ulama kita yang sejati langsung dituduh sebagai orang-orang tidak bermoral, komunis phobia, musuh revolusi dan sebagainya. Maka K.H. M. Isa Anshary sebagai ketua yang menandatangani resolusi itu pada tahun 1962 dipenjarakan tanpa proses pengadilan selama kurang lebih empat tahun. Dan banyak lagi Alim-Ulama yang terpaksa menderita di balik jeruji besi karena dianggap kontra revolusi. Terbengkalai nasib keluarga, habis segala harta-benda bahkan banyak di antara mereka memiliki anak yang masih kecil-kecil. Semua itu tidak menjadi pikiran Soekarno. Di samping itu, ada “ulama” lain yang karena berbagai sebab memilih tunduk tanpa reserve pada Soekarno dengan ajaran-ajaran yang penuh maksiat itu, bermesra-mesra dengan komunis di bawah panji Nasakom.

Bertahun lamanya masa kemesraan dengan komunis itu berlangsung di negara kita, dalam indoktrinasi, pidato-pidato Nasakom dipuji-puji sebagai ajaran paling tinggi di dunia. Dan ulama yang dipandang kontra revolusi yang telah memutuskan komunis sebagai paham kafir yang harus diperangi, dihina dalam setiap pidato dan dalam setiap tulisan. Meskipun sang ulama sudah meringkuk dalam tahanan, namun namanya tetap terus dicela sebagai orang paling jahat karena anti Soekarno dan anti komunis.

Nasehat dan fatwa ulama yang didasarkan kepada ajaran-ajaran Al-Qur’an, dikalahkan dengan ajaran-ajaran Soekarno melalui kekerasan ala komunis.

Rupanya Allah hendak memberi dulu cobaan bagi rakyat Indonesia. Kejahatan komunis akhirnya terbukti dengan Gestapu-nya. Allah mencoba dulu rakyat Indonesia sebelum Dia membuktikan kebenaran apa yang dikatakan oleh Alim-Ulama itu hampir sepuluh tahun lalu.

Watak ulama adalah sabar dalam penderitaan dan bersyukur dalam kemenangan
Sidang MPRS ke IV pun telah mengambil keputusan mengenai komunis dan ajaran-ajarannya sebagai berikut:

“Setiap kegiatan di Indonesia untuk menyebarkan atau mengembangkan paham atau ajaran Komunisme /Marxisme / Leninisme dalam segala bentuk dan manifestasinya, dan penggunaan segala macam aparatur serta media bagi penyebaran atau pengembangan paham atau ajaran tersebut adalah DILARANG”.

Dengan keputusan MPRS tersebut, apa yang mau dikata tentang Alim-Ulama kita yang dulu dikatakan amoral oleh Soekarno? Insya Allah para Alim-Ulama kita dapat melupakan semua penghinaan dan penderitaan yang dilemparkan kepada mereka. Dan sebagai ulama mereka tidak akan pernah bimbang walau perjuangan menegakkan kebenaran dan keadilan itu pasti akan beroleh ujian yang berat dari Tuhan.

Watak ulama adalah sabar dalam penderitaan dan bersyukur dalam kemenangan.

Ulama yang berani itu telah menyadarkan dirinya sendiri bahwa mereka itu adalah ahli waris para Nabi.

Nabi-nabi banyak yang dibuang dari negeri kelahirannya atau seperti yg dialami Nabi Ibrahim A.S. yang dipanggang dalam api unggun yang besar bernyala-nyala, seperti Nabi Zakariya A.S. yang gugur karena digergaji dan lain-lain Nabi utusan Allah.

Hargailah putusan Muktamar Alim-Ulama di Palembang itu, karena akhirnya kita semua telah membenarkannya. Bersyukurlah kita kepada Tuhan bahwa pelajaran ini dapat kita petik bukan dari menggali perbendaharaan ulama-ulama lama, namun hanya dari peristiwa sejarah  yang lalu.

Cerita HAMKA ini dipublikasikan oleh Majalah Panji Mas dari 1967 – 1981, terbitan Pustaka Panji Mas hal. 319. Dan dilansir dari www.panjimas.com

Bangsa Ini Lebih Suka Dibuat Nafsu Dari Pada dibuat Pintar, Benar Gak si ?

 


Kehidupan manusia telah berkembang dari yang sederhana menjadi yang modern. Di era saat ini, di mana teknologi informasi dan komunikasi semakin canggih, segala sesuatu dapat diselesaikan dengan cara yang instan dan mudah. Semua aspek kehidupan manusia dipermudah oleh teknologi informasi dan komunikasi. Sehingga teknologi tampaknya tidak dapat dilepaskan dari kehidupan manusia zaman ini, khususnya internet. Karena melalui internet segala yang dibutuhkan manusia dapat diakses dengan mudah.

Namun keberadaan internet seperti dua mata pisau yang dapat digunakan untuk sesuatu yang positif, juga bisa digunakan untuk sesuatu yang negatif. Kita bisa perhatikan tindak kejahatan yang terjadi saat ini; penghinaan, perselingkuhan, penipuan, pelecehan seksual, penculikan dan bunuh diri semua berawal dari internet. Kemudahan manusia dapat berkomunikasi dimanfaatkan oleh setan untuk menjerumuskan manusia, sehingga manusia tidak lagi bisa mengendalikan hawa nafsunya. Dan ini memang merupakan propaganda setan untuk menyesatkan manusia. Sebagaimana janjinya didalam Al-Quran Allah sampaikan,


قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿١٦﴾ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ


Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. (QS.Al-A’raf :16-17)

Termasuk masalah pornografi. Dampak negatif dari pornografi sangatlah besar terhadap kehidupan manusia. dilansir dinkes.jogjaprov.go.id bahwa diantara dampak negatif dari kecanduan pornografi antara lain : peningkatan dopamine, peningkatan neuropeniprin, peningkatan serotonin dan oksitoksin, kerusakan otak berat, terjerat sex bebas, menjadi pelupa, penurunan kinerja. 

Judul diatas bukanlah sebuah pernyataan namun murni pertanyaan, "apakah benar bangsa kita saat ini lebih suka dibuat nafsu dari pada dibuat pintar ?" pertanyaan ini muncul dipikiran saya ketika saya menscroll story di instagram pribadi saya, dimana dalam story tersebut kadang secara otomatis muncul tayangan-tayangan yang tidak kita inginkan. Lalu saya amati konten-konten berbau pornografi itu lebih banyak viewers nya ketimbang konten-konten yang berisikan tentang wawasan keilmuan, apa lagi konten-konten yang berisikan kajian-kajian atau nasihat-nasihat agama sepi dari pengunjung. melihat hal tersebut saya mencoba untuk menulusuri apakah benar apa yang ada pikiran saya tersebut. Lalu saya mencoba untuk membuka Google Trend untuk membadingkan antara peminat pornografi dengan dengan pendidikan, adapun variabel yang saya masukkan adalah porn (pornografi-bhs inggris) dengan pendidikan, dan hasilnya grafik pornografi lebih tinggi dari pada pendidikan. Bahkan dihari ini (16/07/2023) grafik porno grafi meningkat drastik 100 banding 8. Atau mungkin anda bisa coba sendiri dengan memasukkan variabel yang identik dengan pornogarif dan pembandingnya istilah-isytilah yang positif seperti; kajian islam, pembelajaran, tutorial, dan lain semisalnya maka hasilnya grafik berbau pornogari lebih tinggi dari pada istilah positif yang kita masukkan.



Bahkan dilansir tempo.co Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di era SBY Tifatul Sembiring (2009) dirinya pernah menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah pengakses situs porno terbanyak di dunia. Subhanallah


Sehingga hal ini dimanfaatkan oleh para wanita yang hilang urat malunya untuk mencari uang dengan memamerkan kemolekan tubuhnya, artinya dia jual tubuhnya hanya untuk mendapatkan uang, tak ubahnya seperti pelacur dan ironinya peminatnya sangatlah besar. Sebut saja Aplikasi Bigo live aplikasi ini sudah dikenal di masyarakat luas khususnya para kawula muda. Sebenarnya aplikasi ini sama dengan aplikasi sosial media lainnya seperti ; Instagram, youtube, facebook dan lain semisalnya. Namun karena didalam aplikasi bigo menawarkan uang dengan mudah melalui fiture live streaming yaitu anda hanya perlu merekam secara live dan berharap ada orang yang memberikan beans atau diamond kepada anda saat merekamnya. Anda dapat menukar beans dan diamond dengan uang; 3 diamond bernilai 10 beans, tetapi jika Anda ingin mendapatkan uang, anda harus mengumpulkan setidaknya 210 beans untuk 1 dolar sehingga aplikasi tersebut dimanfaatkan sebagai aplikasi prostitusi online, buktinya ketika anda ketik nama aplikasi tersebut di youtube maka yang muncul bukan tentang aplikasi itu sendiri malah yang keluar adalah vidio-vidio wanita yang menjual tubuhnya. Na'uzubillah mindzalika 

Sehingga pantas jika Komisi Fatwa MUI Parepare pada tanggal 22 desember 2022 mengeluakan fatwa akan haramnya aplikasi Bigo Live dan MiChat, dengan pertimbangan maraknya penyalahgunaan aplikasi medsos dan dikhawatirkan akan merusak masa depan generasi bangsa. Sehingga menimbulkan banyak dampak negatif bagi generasi muda, baik terhadap perilaku, moral dan tatanan keluarga serta masyarakat beradab.

Belum lagi akun-akun yang berisikan konten-konten pornografi di media sosial lainnya bayak sekali followers, suscriber, dan viewrs nya. Masa si bangsa ini lebih suka dibikin nafsu dari pada dibikin pinter ?

bagi para penguna media sosial manfaatkan karunia pemberian Allah ini dengan hal yang baik, jangan justru dijadikan sebagai media pemuas nafsu. dan bagi para konten creator indonesia, nasib moral bangsa ada ditangan kalian semua. Maka buatlah konten-konten yang positif. Lawan konten-konten buruk dengan memenuhi konten-konten yang positif, sehingga tidak ada celah bagi mereka yang hanya ingin mencari keuntungan semata tanpa memikirkan nasib moral bangsa. Ingat bahwa kita hidup didunia ini hanya sementara, ketika kita meninggal dunia postingan kita bisa menjadi ladang pahala bisa menjadi investasi dosa. ketika anda memposting sesuatu yang baik maka kebaikan yang akan anda tuwai, ketika anda memposting yang buruk maka keburukan pula yang akan anda tuai.

Saturday, July 15, 2023

Fenomena Lepas Hijab Dikalangan Artis


Sungguh sangat memprihatinkan melihat wanita muslimah yang sudah berhijab lalu pada akhirnya dia memutuskan untuk membuka kembali hijabnya. dan fenomena lepas hijab semacam ini marak bahkan dikalangan para artis, yang notabene sebagai Public figure.


Ironinya keputusannya untuk melepas hijab dia siarkan secara resmi di akun media sosial miliknya. Ada yang memposting foto dirinya tanpa hijab dengan ditambahi caption yang puitis, ada juga yang memposting berupa vidio reels dirinya tanpa hijab lalu dikemas dengan sound yang mellow dan diambil dengan pengambilan gambar yang estetik sehingga terlihat sangat dramatis. Seolah-olah langkahnya tersebut adalah sesuatu yang benar, Sunggguh drama seperti profesinya.

Dan postingannya tersebut ditonton oleh jutaan umat manusia. Belum lagi tanggapan netizen yang memenuhi kolom komentar di medsosnya ada yang pro dan ada yang kontra. Sehingga membuat syubhat (bingung) bagi warganet yang awwam (tidak faham tentang islam).

Melihat fenomena semacam ini kita harus adil dalam memberikan tanggapan dan tidak bisa langsung menjatuhkan fonis kepada personal. Namun tetap kita katakan bahwa hal ini adalah kebatilan atau suatu yang buruk karena melanggar hukum yang Allah telah tetapkan. Dimana Allah mewajibakan bagi wanita yang balig untuk menutup auratnya yaitu menjulurkan kain dari kpala hingga menutupi dadanya. Sebagaimana Allah berfirman didalam Al-Qur'an,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Dan yakinlah bahwa dibalik perintah Allah ada maslahat atau kebaikan yang besar bagi manusia. Kita bisa perhatikan kasus-kasus pemerkosaan yang terjadi dinegeri ini bahkan diseluruh dunia siapa rata-rata yang menjadi korban ? kebanyakan dari mereka adalah wanita yang mengumbar auratnya atau dia tidak menutup auratnya secara sempurna, seperti; berkerudung tapi kaosnya ketat, atau celana ketat, atau kerudungnya tidak memenuhi syarat syari'at dan lain semisalnya. Inilah salah satu contoh ketika syariat dilanggar. Allah yang menciptakan manusia baik pria maupun wanita, jadi Allah sangat paham karakter hambanya dan tahu apa yang terbaik untuk hambanya. dan tugas kita sebagai makhluk yang diciptakannya cukup taat terhadap segala perintahnya.

Adapun fenomena wanita muslimah yang membuka hijabnya. Menurut pandangan saya Ada beberapa alasan wanita muslimah di Indonesia yang tadinya tidak berhijab lalu kemudian dia berhijab,
Pertama: Tersandung kasus kriminal, kita sering melihat di televisi atau di media-media suatu pandangan yang tidak mengenakkan bahkan menyakitkan kita sebagai umat islam. Seorang wanita yang tadinya tidak berhijab lalu kemudian ketika dipersidangan atau menghadapi kamera wartawan mereka menggunakan hijab bahkan cadar. sehingga timbul stigma dikalangan masyarakat tentang citra buruk umat islam.

Kedua: Karena menikah, mungkin tadinya non muslim lalu ia menikah dengan pria muslim kemudian dia memutuskan untuk berhijab sebagai wujud identitas barunya sebagai seorang muslimah.

Ketiga : Hijrah atau bertaubat dari kehidupan kelamnya. Mungkin dahulu dia adalah wanita yang jauh dari Allah dan agamanya lalu kemudian hidayah menyapanya sehingga dia memutuskan untuk merubah penampilannya dengan berhijab dan menggunakan pakaian-pakaian muslimah.

Keempat : didikan orang tua sejak dini.

dan semunya berpotensi untuk kembali membuka hijabnya kecuali poin nomer empat. Mengapa ?
Poin pertama: setiap ibadah yang dilakukan tidak atas dasar keikhlasan pasti tidak istqomah. Karena yang dia harapkan hanyalah penilaian manusia bukan penilaian dari Allah.

Poin kedua dan tiga: setiap ibadah yang tidak didasari dengan Ilmu yang benar sesuai petunjuk Allah (Al-Quran dan Assunnah) pasti tidak istiqomah. karena hijrah tidak cukup hanya keinginan lalu merubah penampilan saja. Tapi butuh diimbangi dengan Ilmu agama, karena ilmu yang akan mengokohkan hijrahmu. Betapa banyak seorang gagal dalam hijrahnya krn tidak mehami makna hijrah dan tidak tahu bagaimana dan harus berbuat apa setelah hijrah. Akhirnya ketika Allah uji hijrahnya tersebut dia kembali pada jalannya yang dahulu ; kembali ke sirkel lamanya, dia buka hijabnya, lalu dia tinggalkam kewajibanya (shalat, puasa,dll). Karena setiap orang yang memproklamirkan dirinya beriman, bertaqwa, memutuskan untuk hijrah (bertaubat), kemmbali kepada Allah Ta'ala pasti dan pasti Allah akan menguji niatnya tersebut. Allah sampaikan didalam Al-Quran,

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman (bertaqwa..., bertaubat..., hijrah....", sedang mereka tidak diuji ? (QS.Al-‘Ankabut : 2)

Dari ujian itu akan nampak mana yang benar mana yang dusta hanya dilisan saja. Dalam ayat selanjutnya Allah berfirman,

وَلَقَدْ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْكَٰذِبِينَ

Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (QS.Al-‘Ankabut : 3)

Maka pesan saya bagi anda yang bertekad untuk hijrah, ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi, lebih dekat dengan Allah, kawal hijrahmu dengan ilmu, pelajari petunjuk-petunjuk Allah (Qur'an dan Sunnah) agar kita istiqomah diatas taqwa, selamat di dunia dan akhirat kita. Allah berfirman,

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَاىَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ

Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku (Al-Quran dan As Sunnah), ia tidak akan sesat (di dunia) dan tidak akan celaka (di Akhirat).(QS. Thaha : 123)

Melepas hijab sama dengan meninggalkan perintah Allah dan meninggalkan perintah Allah adalah bentuk kemunafikan. Allah mengancam orang-orang munafiq dengan neraka. Allah berfirman,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS. an-Nisa: 145)

Di antara sifat mereka,

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَوْا إِلَى شَيَاطِينِهِمْ قَالُوا إِنَّا مَعَكُمْ إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِئُونَ

Apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: “Kami telah beriman (kami telah bertaubat, kami telah hijrah)”. dan bila mereka kembali kepada setan-setan mereka (sirkel atau kelompok mereka yang dulu), mereka mengatakan: “Sesungguhnya Kami sependirian dengan kamu, Kami hanyalah berolok-olok.” (QS. al-Baqarah: 14).

Dan para ulama membagi munafiq menjadi dua macam : ada munafiq ia'tiqodiyah (keyakinan) ada munafiq amaliyah (amal). Sebagaimana di lansir konsultasisyariah.com bahwa Al-Hafidz Ibn Katsir mengatakan,

و)النفاق) أنواع: اعتقادي، وهو الذي يخلد صاحبه في النار، وعملي وهو من أكبر الذنوب

Dan kemunafikan bermacam-macam: [1] kemunafikan keyakinan, itulah kemunafikan yang menyebabkan pelakunya kekal di neraka, [2] kemunafikan amal, dan itu termasuk dosa besar. (Tafsir Ibn Katsir, 1/176).

Contohnya; jika seorang wanita dia melepas hijabnya karena tidak maykini bahwa hijab itu hukumnya adalah wajib maka dia masuk dalam katagori munafik keyakinan (i'tiqodiyah), namun ketika dia (wanita) membuka hijabnya karena futur (malas) maka dia masuk dalam mufiq amal dan ini dosa besar ketika tidak segera bertaubat maka terancam Neraka. Sebagaimana
dilansir dari almanhaj.or.id Rasulullah bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا: قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُوْنَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيْلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُؤُوْسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيْحَهَا، وَإِنَّ رِيْحَهَا لَيُوْجَدُ مِنْ مَسِيْرَةِ كَذَا وَكَذَا

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Ada dua golongan penghuni Neraka, yang belum pernah aku lihat, yaitu (1) Suatu kaum yang memegang cambuk seperti ekor sapi. Mereka mencambuk manusia dengannya. Dan (2) wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang (menampakkan auratnya), ia berjalan berlenggak-lenggok menggoyangkan (bahu dan punggungnya) dan rambutnya (disasak) seperti punuk unta yang condong. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak akan mencium aroma Surga, padahal sesungguhnya aroma Surga itu tercium sejauh perjalanan sekian dan sekian.’”(HR. Muslim)

maka pesan kami bagi para wanita muslimah yang saat ini belum berhijab atau pernah berhijab lalu melepas hijabnya segeralah bertaubat kepada Allah dan gunakan hijabmu sesuai ketentuan syariat. Karena sesungguhnya Islam memuliakanmu dengan hijab, sesuatu yang tertutup lebih terlihat mulia dari pada yang terbuka. Wallahua'alam



Thursday, July 13, 2023

Tidak Perlu Jauh-Jauh Mencari Kebahagiaan


Manusia jauh-jauh mencari kebahagiaan, hingga pergi keluar negeri hanya untuk mencari kebahagian, sebagian mencarinya di pantai, di gunung. Padahal kebahagian ada pada setiap hati manusia, bukan diluar negeri, di pantai, di gunung, di mall, atau pada harta, kedudukan jabatan. Dan Iman, Taqwa serta berzikir kepada Allah adalah kunci pembuka pintu kebahagian didalam hati. 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman,

مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَٰوةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

"Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. An-Nahl 16: 97)

Allah juga berfirman,

ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tentram.” (Q.S Ar-Ra’du: 28).

Tidak perlu jauh-jauh mencari kebahagian

By. Mutiara Nasihat - www.azizjaisyi.com

Wednesday, July 12, 2023

Kokohkan Hijrahmu Dengan Ilmu


"Hijrah tidak cukup hanya keinginan lalu dengan merubah penampilan saja. Tapi butuh diimbangi dengan Ilmu agama, karena ilmu yang akan mengokohkan hijrah mu.

Betapa banyak seorang gagal dalam hijrahnya, gugur dalam medan jihad melawan iblis dan bala tentaranya, karena tidak memiliki persenjataan yang kuat, perisai yang kokoh, mereka tidak memahami makna hijrah dan tidak tahu bagaimana dan harus berbuat apa setelah hijrah. Akhirnya ketika Allah uji hijrahnya tersebut (QS. Al Ankabut: 2-3) dia kembali pada jalannya yang dahulu ; kembali ke sirkel lamanya, dia buka hijabnya, dia tinggalkan kewajibanya (shalat, puasa,dll), kembali berbuat maksiat lagi. Nauzubillah

Maka pesan saya bagi anda yang bertekad untuk hijrah, ingin berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi, lebih dekat dengan Allah, kawal hijrahmu dengan ilmu. Karena ilmu adalah perisai sekaligus senjata bagi orang yang bertaqwa. Pelajari petunjuk-petunjuk Allah (Qur'an dan Sunnah) agar bisa istiqomah diatas taqwa, sehingga selamat di dunia dan di akhirat (QS. Taha: 123). Barokallahufikum

Sunday, July 9, 2023

Fenomena Al Zaytun Merupakan Refleksi Bahayanya Bid'ah

 

Pelaksanaan shlat Idul Fitri 1444 H di Pon-Pes Al Zaytun


Belakang ini telah ramai diberbagai media tentang keanehan yang terjadi di Pondok Pesantren Al Zaytun Indramayu Jawa Barat, mulai dari tata cara dalam melakukan ritual ibadah dan pemahaman dari pimpinan pondok pesantren tersebut. Sehingga muncul stigma yang berkembang luas di masyarakat. Dan ternyata kejadian aneh ini bukan kali pertamanya.

Dilansir dari tempo.co sejak diresmikan pada 1999 silam, pesantren yang terletak di salah satu kota kecamatan yang sepi di Indramayu, Haurgeulis itu kerap menjadi sorotan berbagai pihak. Terakhir adalah video-video pelaksanaan salat Id yang tak biasa di pesantren itu. Dalam tayangan yang kemudian viral itu, terlihat jamaah salat Idul Fitri 1444 Hijriah lelaki dan perempuan bercampur dalam satu saf. Kontan netizen dari berbagai penjuru mengomentari tayangan tersebut. 

Setelah itu pun muncul berbagai pernyataan Panji Gumilang yang kontroversial seperti perempuan bisa menjadi khatib salat Jumat di Al Zaytun, serta Al Quran bukan kalam Allah, tapi kalam Rasulullah. Panji juga sempat berucap bahwa Allah tak mengerti bahasa Indramayu. Pernyataan ini sontak membuat gempat bangsa Indonesia khsusnya yang beragama Islam. 

Jika memang benar apa yang dilakukan dan yang diucapkan oleh Pimpinan Ponpes Al Zaytun tersebut maka jelas hal itu sangat menyimpang dari syri'at Islam. 

Lalu kemudian saya mencoba untuk menyimak tayangan vidio wawancara eksklusif dengan Pimpinan Pon-Pes Al Zaytun Panji Gumilng di channel Youtube Metro TV dalam program Kick Andy, vidio tersebut kurang lebih berdurasi 1 jam 31 menit 37 detik.



Dalam program tersebut, wartawan senior Andy Flores Noya, meminta komentar Panji Gumilang (PG) tentang stigma yang berkembang di masyarakat bahwa Ma'had Al Zaytun mengajarkan aliran sesat. Khususnya terkait vidio yang viral dimana ada seorang perempuan berada ditengah-tengah shaf para pria dalam sholat idul fitri baru-baru ini. 

PG memaparkan terkait soal pelaksanaan sholat Id di Ma'had Al Zaytun yang terdapat wanita di barisan depan atau pada shaf jamaah laki-laki, menurut PG, dirinya mengedepankan fiqih sosial mengangkat harkat martabat wanita.

"Kemudian kalau hal-hal yang berkenaan dengan pelaksanaan sholat kemudian ada wanita, saya mengedepankan fiqih sosial mengangkat harkat martabat wanita yang selama ini terpinggirkan, baru dimulai dalam politik. Itupun baru 30 persen. Sedangkan pemahaman yang saya punya berdasarkan Alquran sama. Innal muslimina, wal muslimat, wal mu'minina wal muminat wal qonitin wal qonitat. Tidak pernah dikesampingkan, sejajar, nah kalau soal itu saja lantas sesat menyesatkan bagaimana dunia? Itu hak asasi manusia untuk menjalankan ibadah menurut keyakinannya dasar kami Alquran," katanya.

Andy F Noya pun menanyakan tentang cara PG menafsirkan ayat yang berbeda dengan kebanyakan ulama ahli tafsir. 

"Jangan cari persamaan, kalau persamaan semua selesai dunia ini. Dunia berpikir itu terus berkembang. Berkembang, berkembang begitu juga kita memahami Alquran bukan menafsir, memahami. Itu anggapan yang tidak sama dengan anggapan kita, oke-oke saja wong saya juga tidak menyalahkan orang itu. Inilah kebebasan beragama. Siapapun tidak boleh memberikan stigma," katanya. 

Dari penjelasan nya  (PG) diawal tadi, saya menangkap bahwa adanya penyimpangan pada PG dalam memahami Islam.

Perlu kita ketahui, Agama Islam merupakan agama yang sempurna. Kesempurnaan Islam secara jelas Allah sampaikan dalam firmannya,


ٱلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلْإِسْلَٰمَ دِينًا


"...,Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu."(QS. Al Maidah : 3)

Dan sesuatu yang diklaim sempurna akan hilang sifat kesempurnaan nya jika ditambahi sesuatu, atau dikurangi bagiannya. Misal; manusia menjadi sempurna dengan memiliki dua mata, maka akan hilang kesempurnaannya jika ditambahi satu mata sehingga menjadi tiga, atau dua mata dikurangi satu sehingga hanya memiliki satu mata. Demikian pula Islam adalah agama yang sempurna sehingga tidak bisa ditambahi oleh sesuatu apapun, atau dikurangi bagiannya.

Oleh karenanya saya sampaikan didalam buku saya Bimbingan Belajar Islam pada Bab I halaman 20 bahwa; dalam beragama kita cukup copy paste tidak boleh diedit atau ditambah dan tidak boleh didelete atau dihapus. Beribadah mengikuti apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam serta diikuti oleh para Sahabatnya, beraqidah dan beribadah dengan berpedoman kepada Al Qur’an dan As Sunnah (Hadits) yang shahih sesuai pemahaman para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam

Jika ada seorang mengaku beraga Islam namun aqidahnya tidak dibangun diatas Quran dan Hadits yang shahih, dan dalam dia melakukan ibadah tidak sesuai tuntunan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam maka orang tersebut telah melakukan amalan Bid'ah. 

Apa itu bid'ah ? dikutib dari laman muslim.or.id pengertian bid'ah menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah adalah,


وَالْبِدْعَةُ : مَا خَالَفَتْ الْكِتَابَ وَالسُّنَّةَ أَوْ إجْمَاعَ سَلَفِ الْأُمَّةِ مِنْ الِاعْتِقَادَاتِ وَالْعِبَادَاتِ


“Bid’ah adalah i’tiqod (keyakinan) dan ibadah yang menyelishi Al Kitab (Al Qur'an)  dan As Sunnah atau ijma’ (kesepakatan) salaf (Sahabat, Tabi'in dan Tabiut tabi'in).”

simpelnya, berkeyakinan atau melakukan suatu ibadah yang tidak ada tuntunan dalam dalil maka dia telah melakkukan bid'ah. dan bid'ah merupakan kesesatan. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam,


وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ


“Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (HR. An Nasa’i no. 1578, dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan An Nasa’i)

Sedangkan apa yang diterapkan oleh PG dalam sholat Id itu menyalahi aturan baku dalam syari'at dimana shaf sholat pria dan wanita harus terpisah tidak boleh jadi satu apa lagi sampai bercampur baur. Terkait hal ini Rasullullah telah menjelaskan dalam haditsnya. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


خَيْرُ صُفُوفِ الِرجَالِ أَوِّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا


“Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama dan seburuk-buruknya adalah yang terakhir. Sebaik-baik shaf wanita adalah yang terakhir dan seburuk-buruknya adalah yang pertama.” (HR. Muslim no.440).

Oleh karena itu, dalam menyusun shaf wanita ketika berjama’ah bersama laki-laki dimulai dari belakang, bukan dari depan. Maka meletakkan wanita dalam shaf shalat Pria adalah Bid'ah munkarat (perkara baru yang mungkar).

Dan ternyata pimpinan Al Zaytun tersebut tidak menggunakan fiqih ijma' para ulama akan tetapi yang ia gunakan adalah fiqih sosial, ini jelas menyimpang. Dan lebih bahyanya lagi dalam memahami Qur'an dan Hadits ia tidak menggunakan pemahaman para Salaf (Sahabat, Tabi'in dan Tabiut tabi'in). Padalah memahami Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman salaf adalah sebuah keniscayaan, karena merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Allah berfirman,


وَٱتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ۚ 


"dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku" (QS. Luqman : 15)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah memberikan komentar terkait ayat tersebut, "Sahabat Nabi adalh orang yang kembali kepada Allah maka wajib mengikuti jalanya."

Bahkan Allah mengancam bagi mereka yang tidak mau mengikuti pemahaman mereka (Sahabat Nabi) dengan Neraka jahannam. Allah berfirman,


وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ ٱلْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِۦ جَهَنَّمَ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا


"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin (Sahabat), Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali." (QS. An-Nisa : 115)

Dan benar apa yang difirmankan oleh Allah dalam QS. An-Nisa : 115 diatas, PG merasa leluasa dengan kesesatannya namun dia tidak merasa dirinya sesat. Itu tegasnya ketika diwawancarai pada menit ke 10 : 20 detik, "bagaimana sesat, wong saya ini takut sesat" ujarnya.

Memang pelaku bid'ah tidak sadar akan kesesatannya, karena dia merasa bahwa apa yang ia lakukan itu baik dan baik. Sebagaimana Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dalam Sunan-nya,


رأى سعيد بن المسيب رجلا يصلي بعد طلوع الفجر أكثر من ركعتين يكثر فيها الركوع والسجود فنهاه. فقال: يا أبا محمد! أيعذبني الله على الصلاة؟! قال: لا ولكن يعذبك على خلاف السنة


“Sa’id bin al Musayyab melihat seorang yang shalat setelah terbit fajar lebih dari dua raka’at, yang ia memperpanjang rukuk dan sujudnya. Lalu Sa’id bin al Musayyab melarangnya. 


Maka orang tadi berkata: Wahai Abu Muhammad, apakah Allah akan mengazab saya gara-gara saya shalat?


Sa’id bin al Musayyab menjawab: bukan demikian, namun Allah akan mengazabmu karena menyelisihi sunnah (syari'at)” 


Dan Sufyan ats Tsauri rahimahullah pun pernah berkata,


 البدعة أحب إلى إبليس من المعصية المعصية يتاب منها والبدعة لا يتاب منها


“Bid’ah itu lebih disukai Iblis dibandingkan dengan maksiat biasa. Karena pelaku maksiat itu lebih mudah bertaubat. Sedangkan pelaku bid’ah itu sulit bertaubat” (Diriwayatkan oleh Ibnu Ja’d dalam Musnadnya no 1809 dan Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis hal 22). mengapa pelaku bid'ah sulit bertaubat ? karena dia tidak merasa salah dan dia menganggap bahwa apa yang ia perbuat benar.

Namun hikmah dari kejadian di Al Zaytun ummat Islam mulai tergugah akan bahaya bid'ah. Bahwa jika bid'ah dibiarkan dia akan terus berkembang menjadi virus yang merusak syari'at. Akan banyak modifikasi dalam ibadah yang mna tidak sesuai dengan tuntunan syari'at.

Inilah alasan mengapa salafiy (Ahlussunnah) gencar mengajak umat islam untuk bertauhid dan Ittiba, serta menjauhi syirik dan bid'ah. Inilah amar ma'ruf nahi mungkar yang paling utama. Karna syirik dan bid'ah dapat merusak dua persaksian (Asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah). Wallahua'lam