Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad)

Gabung yu di IeLC !!!

Belajar islam jadi lebih mudah cukup lewat Gadget anda.

Tidak Sembarangan Berteman di Medsos

Banyak kasus-kasus bertebaran di media tentang orang yang tertipu, teraniaya,"bahkan terbunuh oleh teman yang ia kenali di medsos." Baca selengkapnnya..

Ia Membuat ku Malu

Aku membaca sebuah hadits yang membuatku tertegun malu campur sedih. Mengingat betapa banyaknya dosa ku hingga aku mengira tidak pantas lagi untuk mendapatkan maaf dari sang khaliq. Namun hadits itu telah membuka pintu harapan. Baca selengkapnya...

Thursday, June 29, 2023

Jangan Pikir Panjang



Kadang kita tidak pikir panjang ketika hendak membeli sesuatu yang kita inginkan; Beli handphone baru, kendaraan baru, beli rumah rumah baru. Tetapi akan selalu berfikir dua kali ketika hendak membeli sesuatu yang Allah perintahkan, padahal sesuatu yang Allah perintahkan itu kecil tak sebesar apa yang kita inginkan. Sehingga jika ditimbang tak seimbang dengan nikmat yang Allah telah karuniakan (kepada kita).


Seekor kambing itu murah harganya tak semahal handphone mu, seekor sapi itu murah harganya tak semahal mobil mu, seekor unta itu murah harganya tak semahal rumahmu. Karena Allah tak ingin membebankan hambanya.


Jika kita bilang "tidak mampu", kita selalu mampu untuk mewujudkan apa yang kita inginkan meskipun harus berhutang; kredit Ipond, kredit motor, kredit mobil, kredit rumah, padahal kita gak mampu tapi gimana caranya diada-adakan agar ada.

Saudaraku, iman itu butuh pembuktian dan Qurban adalah bukti dari keimanan. Jika engkau mengaku beriman, korbankan perasaanmu dengan berqurban. Memang terkadang ibadah itu perlu dipaksakan untuk melatih jiwa agar tunduk dalam ketaatan. Paksakan sebagaimana engkau sering memaksakan kehendakmu untuk membeli sesuatu, sekalipun harus berhutang. Yakinlah pengorbanan yang didasari dengan keikhlasan tidak akan menghianati hasil, Allah pasti akan membalasnya dengan kebaikan yang berlipat-lipat.

Sufyan Ats Tsauri rahimahullah mengatakan, ”Dulu Abu Hatim pernah mencari utangan dan beliau pun menggiring unta untuk disembelih. Lalu dikatakan padanya, ”Apakah betul engkau mencari utangan dan telah menggiring unta untuk disembelih?” Abu Hatim menjawab, ”Aku telah mendengar firman Allah,

لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ

“Kamu akan memperoleh kebaikan yang banyak padanya.” (QS. Al Hajj: 36)”. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 5: 415)

Korbankan perasaanmu dan berqurbanlah, agar kau tak menyesal nantinya !!!

Wallahualam

✒️عبد العزيز الجيشى | ٧ ذو الحجة ١٤٤٤ه‍

Wednesday, June 28, 2023

Idul Adha Hari Ini atau Besok ???


Abdul Aziz, S.Pd., C.PW

 

Baru saja saya ditelpon oleh rekan saya yang ada di Surabaya dan dia bertanya "Ustadz yang bener lebaran idul Adha kapan ya kok orang tua saya di Jogja sudah shalat id ?" maka saya jawab;


pertama : kita hargai saudara kita yang hari ini mereka sudah berhari raya dengan dasar keyakinannya. tidak perlu gaduh sehingga membuat kondisi negeri menjadi ruwet. Saling menghargai pendapat satu sama lain adalah hal yang dianjurkan dalam agama dan merupakan ciri dari bangsa Indonesia. 

Kedua : jika sampean betanya kepada saya "kapan hari raya Idul Adha, hari ini atau besok ?" maka, saya  mengikuti pemerintah Republik Indonesia. dengan alasan pemerintah kita telah berupaya sekuat tenaga untuk mewadahi akan hal ini apa lagi metode yang pemerintah gunakan dalam menentukan 1 dzuhijjah sesuai ketentuan syari'at yaitu Ru'yatul hilal (melihat hilal). Sebagaimana Rasul bersabda, 


إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا, وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا, فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ

“Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah. Jika kalian melihatnya lagi, maka berhari rayalah. Jika hilal tertutup, maka genapkanlah (bulan Sya’ban menjadi 30 hari).” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 1906 dan Muslim no. 1080).


Dan dalam memutuskan hal terebut pemerintah tidak sendiri melainkan melibatkan banyak ulama-ulama sebagaimana MUI dan tokoh islam, serta ormas-ormas islam di Nusantara. Maka tidak ada alasan untuk kita mengingkarinya dan tidak mengikuti himbauan pemerintah kita. Karena mengikuti pemerintah dalam koridor ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah perkara yang wajib untuk diikuti. Sebagaimana didukung oleh dalil-dalil syar'i baik Qur'an maupun Hdits Nabi. Diantaranta ;


Allah berfirman dalam Qur'an surat An-Nisaa:59,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوااللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِيالْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada rasul dan ulil amri kalian (Pemerintah).”


Juga dijelaskan dalam hadits dimana Rasul bersabda,

اسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَإِنِ اسْتُعْمِلَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حَبَشِىٌّ

“Dengar dan taatlah kalian kepada pemimpin kalian, walaupun dia seorang budak Habsy.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayatlain beliau juga bersabda,

على المرء المسلم السمع والطاعة فيما أحب وكره إلا أن يؤمر بمعصية فإن أمر بمعصية فلا سمع ولا طاعة

“ Wajib atas seorang muslim untuk mendengar dan taat (kepada pemerintah) baik dalam perkara yang ia sukai atau dia benci, kecuali dalam kemaksiatan. Apabila dia diperintah untuk maksiat, tidak boleh mendengar dan taat.”

Maka langkah yang tepat untuk diambil adalah; berpuasa dan berhari raya bersama Pemerintah kita. Namun tetap menjaga kesatuan dan persatuan, jangan ada saling mencaci maki kepada mereka yang tak sepemahaman dengan kita. wallahu'alam




Yu Berbagi di Hari Qurban !!!


Anda yang berqurban atau mendapat jatah daging qurban yang melimpah ruah, mungkin karena sebagai panitia atau dapat dari masjid sekitar rumah.

Sehingga memenuhi kulkas dirumah dan bisa tersimpan berbulan-bulan, ketauhilah ada ladang pahala dibalik daging yang kau simpan, dengan anda sedekahkan pada orang yang membutuhkan.

Dikutip dalam buku fiqih muyassar bahwa penyembelih (pengQurban) disunnahkan memakan sebagian dari kurbannya, menghadiahkan sebagiannya untuk kerabat, tetangga-tetangga, dan teman-teman dan menyedekahkan sebagiannya kepada orang-orang fakir. Berdasarkan firman Allah Ta'ala,

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ۖ فَكُلُواْ مِنۡهَا وَأَطۡعِمُواْ ٱلۡبَآئِسَ ٱلۡفَقِيرَ

"Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir." (QS. Al-Hajj 22: 28)

Dan dianjurkan membaginya menjadi tiga bagian; sepertiga untuk keluarganya, sepertiga untuk tetangga yang fakir dan miskin, sepertiga untuk hadiah. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas tentang sifat udhiyah Nabi. Diriwayatkan oleh al hafidz Abu Musa dalam al Wazha'if Nabi Shallallahualaihiwasallam beliau memberi makan sepertiga untuk keluarganya, dan memberi sepertiga untuk tetangganya yang miskin, serta bersedekah kepara para peminta sepertiga.

Namun demikian boleh menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari berdasarkan hadits dari Buraidah. Bahwa Nabi bersabda " Dahulu aki pernah melarang kalian menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari, maka sekarang simpanlah selama tampak kemaslahatan bagi kalian (sesuka kalian)" (HR. Muslim)

Yu berbagi di hari qurban boleh matengnya atau mentahannya !!! Namun lebih afdal mentahnya, karena mereka yang menerima yang lebih selera ingin dimasak apa. Wallahua'lam

✒️عبد العزيز الجيشى | ٧ ذو الحجة ١٤٤٤ه‍