Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad)

Gabung yu di IeLC !!!

Belajar islam jadi lebih mudah cukup lewat Gadget anda.

Tidak Sembarangan Berteman di Medsos

Banyak kasus-kasus bertebaran di media tentang orang yang tertipu, teraniaya,"bahkan terbunuh oleh teman yang ia kenali di medsos." Baca selengkapnnya..

Ia Membuat ku Malu

Aku membaca sebuah hadits yang membuatku tertegun malu campur sedih. Mengingat betapa banyaknya dosa ku hingga aku mengira tidak pantas lagi untuk mendapatkan maaf dari sang khaliq. Namun hadits itu telah membuka pintu harapan. Baca selengkapnya...

Saturday, December 24, 2022

MAKNA HADITS MENIKAH ADALAH PENYEMPURNA DARI SETENGAH AGAMA.



Mungkin sobat muslim pernah mendengar tentang hadits yang menyatakan bahwa menikah adalah penyempurna dari setengah agama. Sebagaimana hadits dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا تزوج العبد فقد استكمل نصف الدين فليتق الله في النصف الباقي

"Ketika seorang hamba menikah, berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka bertaqwalah kepada Allah pada setengah sisanya."

Meskipun hadits ini diperselisihkam tentang keabsahannya (keshahihannya), karena banyak yang menilai hadis ini sebagai hadis yang dhaif. Diantaranya al-Haitsami, Ibnul Jauzi dan al-Iraqi. Namun ada juga ulama yang menilainya hasan li ghairihi, seperti yang disebutkan dalam Shahih Targhib wa Tarhib ( 2/192).

Namun secara makna hadits ini memiliki sisi kebenarannya.

Pernahkah engkau merasa khususnya kaum jomblo alias yang belum menikah, tatkala engkau sudah berusaha untuk istiqamah diatas taqwa; rajin shalat berjama'ah, ditambah shalat-shalat sunnah, dan puasa-puasa sunnah, menuntut ilmu agama, sadaqah dijalan Allah Ta'ala. Namun dari sekian banyak ibadah yang engkau lakukan musnah karena engkau tidak bisa mengendalikan syahwat atau mafsu kemaluanmu. Sehingga engkau merasa apa yang telah dikerjakan selama ini sia-sia, dan terkadang engkau merasa lelah akan hal itu. Berdiri, jatuh, berdiri, jatuh lagi.

Terlebih dizaman fitnah seperti saat ini, sulit sekali rasanya mengendalikan mata, pikiran, dan syahwat kemaluan. Wanita yang sudah tidak lagi punya rasa malu liar menampilkan kemolekan tubunnya dipermukaan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Nauzubillah min dzalika.

Maka benar jika menikah adalah penyempuna dari separuh agama. Hal ini sebagai mana yang disampaikan oleh Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin. Beliau mengatakan,

وقال صلى الله عليه وسلم من تزوج فقد أحرز شطر دينه فليتق الله في الشطر الثاني وهذا أيضاً إشارة إلى أن فضيلته لأجل التحرز من المخالفة تحصناً من الفساد فكأن المفسد لدين المرء في الأغلب فرجه وبطنه وقد كفى بالتزويج أحدهما

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Siapa yang menikah, berarti telah melindungi setengah agamanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah untuk setengah agamanya yang kedua.” Ini merupakan isyarat tentang keutamaan nikah, yaitu dalam rangka mlindungi diri dari penyimpangan, agar terhinndar dari kerusakan. Karena yang merusak agama manusia umumnya adalah kemaluannya dan perutnya. Dengan menikah, maka salah satu telah terpenuhi. (Ihya Ulumiddin, 2/22)

Demikian pula penjelasan yang disampaikan Al-Qurthubi. Beliau mengatakan,

من تزوج فقد استكمل نصف الدين فليتق الله في النصف الثاني. ومعنى ذلك أن النكاح يعف عن الزنى، والعفاف أحد الخصلتين اللتين ضمن رسول الله صلى الله عليه وسلم عليهما الجنة فقال: من وقاه الله شر اثنتين ولج الجنة ما بين لحييه وما بين رجليه.

“Siapa yang menikah berarti telah menyempurnakan setengah agamanya. Karena itu bertaqwalah kepada Allah untuk setengah yang kedua.” Makna hadis ini bahwa nikah akan melindungi orang dari zina. Sementara menjaga kehormatan dari zina termasuk salah satu yang mendapat jaminan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan surga. Beliau mengatakan, ‘Siapa yang dilindungi Allah dari dua bahaya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga, yaitu dilindungi dari dampak buruk mulutnya dan kemaluannnya.’(Tafsir al-Qurthubi, 9/327).

Maka anda para kawula muda yang sudah mampu untuk menikah, atau ngebet untuk nikah bersegeralah menikah agar engkau bisa fokus dalam beribadah. Carilah wanita yang baik agamanya dan cantik parasnya, agar syahwatmu takluk ditangannya. Barokallahufikum

-Abdul Aziz Jaisyi, S.Pd-

Wednesday, December 21, 2022

Perfect Dalam Ibadah


Dalam setiap kegiatan-kegiatan yang sifatnya duniawi kita selalu ingin tampil perfect dihadapan manusia, tidak ingin ada kesalahan dalam rangkaian acara. Karena menurut kita sedikit saja miss atau salah, maka cacatlah seluruh rangkaian acara. Sehingga perlu dilakukan galadi berulang-ulang pra-kegiatan (sebelum kegiatan) untuk mesinkronkan agar tidak terjadi kesalahan pada hari H-nya nanti.

Lalu bagamana dengan ibadah kita ??? Kegiatan kita dengan Allah. Pernahkah kita berusuha untuk tampil perfect dihadapan Allah ? berusaha untuk melakukan hal yang sempurna disetiap rukun ibadah kita, seperti Shalat. Pernahkah dalam satu kali shalat, kita berusaha untuk menjalankannya dengan baik mulai wudhu, sampai tabiratul ikhram hingga salam ? Kenyataannya kita sering miss. Mungkin di rakaat pertama kita bisa khusyu', lalu bagaimana dengan rakaat ke dua, ke tiga, ke empat ? Pikiran kita sudah tidak dalam shalat lagi, mungkin di Hp, kantor, mall. miss !!!. Allahumusta'an

Lalu, kita mengharap balasan yang perfect dari Allah (Surga) ?. Harapan kita memperoleh Surga tidaklah salah, tapi effort (usaha) kita yang sering tidak singkron dengan harapan kita. Allah Ta’ala berfirman,


لَّيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ

“(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab.” (QS.An-Nisa’ [4]: 123) artinya untuk mengharapkan pahala dari Allah perlu effort, usaha yang keras, menunjukkan kesungguhan yang luar biasa dihadapan Allah. 

Ingat !!! Yang kita harapkan dari Allah itu bukan sesuatu yang murah, melainkan sesuatu yang sangat-sangat mahal, yaitu ; Surga.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,


أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ غَالِيَةٌ أَلاَ إِنَّ سِلْعَةَ اللَّهِ الْجَنَّةُ 

“ingatlah sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal dan ketauhilah bahwa sesungguhnya barang dagangan Allah adalah surga”.(HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Silsilat Al Ahadits Ash Shahihah, no 954.)

Maka berusahalah untuk perfect dalam setiap ibadah kita sebagai wujud kesungguhan kita untuk mendapatkan Surga yang Allah janjikan. Barokallahufikum

Sunday, December 4, 2022

Tentang Saya

Nama   : Abdul Aziz
Hobi     : Membaca dan Menulis

Profesi :

  • Mubaligh
  • Penulis
  • Founder & Pengajar di Islamic e-Learning Center

Pendidikan Formal :

  • TK Islam Syarifatunnisa Bekasi.
  • MI Al-Fatah, Magetan.
  • MTS Al-Fatah, Magetan.
  • MA Islamiyah, Sidoarjo.
  • S1 Pendidikan Agama Islam (PAI), di Institut Agama Islam Al-Khoziny, Sidoarjo.
  • S2 Pendidikan Islam, di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Pendidikan Informal :

  • Pondok Pesantren Tahfidz Al-Wasilah, Magetan, Jawa Timur.
  • Pondok Pesantren Al-Fatah, Magetan, Jawa Timur.
  • I’dad Lughowi (Bhs.Arab) STAI Ali bin Abi Thalib, Surabaya.
  • Dauroh Lughoh LIPIA, Surabaya.

Sertifikasi :

  • Certified Professional Writer, AR Learning Center Th. 2023
  • Certified Teacher In Qur'an, SSQ Holistik Internasional Th.2023
  • Standardisasi Kompetensi Da’i Angkatan 31, MUI Th.2024